Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Tenang nya Hati

ALANGKAH TENANG NYA HATI

Jika memilih maaf dari dendam..
Jika memilih cinta dari benci..
Jika memilih senyum dari amarah..
Jika memilih syukur dari kufur..
Jika memilih taqwa dari putus asa..
Jika memilih sopan dari hinaan..
Jika memilih diam dari banyak bicara..
Jika memilih sabar dari kesombongan..

Sahabat :
Apa pun pilihan yang kamu tentukan..
Jalaupun itu suatu hal yang menyakitkan..
Jangan pernah larut dalam penyesalan..
Selagi kamu masih bisa melihat mentari..
Dan merasakan semilirnya angin dalam hati..
Selalu ada harapan untuk memulai kembali..
Segala yang telah hilang, pupus dan hancur dengan langkah baru yang lebih baik..

Rabu, 29 Januari 2014

Kehidupan Bagaikan Roda

Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh dipergilirkan.

Itulah kenapa kita tidak harus sombong, menyakiti
saudara sendiri, merendahkan teman saat posisi kita di atas, karena besok lusa, boleh jadi kitalah dalam posisi susah, sulit, dan harus meminta pertolongan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Maka, berbahagialah orang2 yang memahami hal ini, dan mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut.

Dan sungguh, lebih berbahagia lagi orang2 yang sudah pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan, tak kurang walau semili ketulusan dalam hatinya.

Rabu, 05 Juni 2013

Bersyukur

↺ Jangan cemburu melihat kehidupan orang lain. Karena kita tidak tahu apa kesengsaraan yang telah dia lalui dimasa lalu dan bakal dilalui dimasa yang akan datang.

↺ Jangan karena kita tidak memiliki apa yang kita hendaki. Kita terus melupakan beberapa nikmat Tuhan yang telah kita miliki.

↺ Bersyukur seadanya dengan kehidupan kita. Indah pada pandangan mata, belum tentu indah di dalam jiwa.



↺ Berbahagialah dan bersyukurlah dengan nikmat Tuhan. Dan semoga Tuhan menambahkan ke berkahan di dalam kehidupan kita...

Aamiin...

Senin, 03 Juni 2013

Pikirkan Terlebih Dahulu


1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Ajarkan kami

Ajarkan kami "keikhlasan" untuk dapat merelakan.
Ketika kami harus kehilangan.

Ajarkan kami "kesabaran" untuk bisa menerima.
Ketika hati kami terluka.

Ajarkan kami "ketegaran" menghadapi semuanya.
Ketika kami dalam ujian.

Ajarkan kami "tetap dalam senyuman" menyembunyikan segalanya.
Ketika kami dalam masalah.

Ajarkan kami "tetap bersyukur" atas segala nikmat yang kami terima.
Ketika kami tengah berbahagia.

Yaa Tuhan..
Ajarkan kami arti "ridho" atas segala yang telah Engkau tetapkan.

Aamiin...

Kamis, 30 Mei 2013

Jadikanlah

=>Jadikanlah yang Lembut itu HATI....
=>Jadikanlah yang Tipis itu BENCI.....
=>Jadikanlah yang Tebal itu IMAN.....
=>Jadikanlah yang Tajam itu AKAL....
=>Jadikanlah yang Baik itu SIFAT.....
=>Jadikanlah yang Manis itu SENYUMAN.....
=> Baik buruk ketentuan TUHAN....
=> Telah ku terima penuh KEIKHLASAN....
=> Andai buruk ku anggap DUGAAN...
=> Andai baik ku anggap PEMBERIAN TUHAN...

3 Perkara Dalam Kehidupan

Tahukah bahwa di dalam hidup ini ada 3 perkara yang patut direnungkan, yaitu:

Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak bisa kembali:
1. Waktu, 
2. Kata-kata, 
3. Kesempatan 

Ada 3 perkara yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
1. Kemarahan, 
2. Keangkuhan, 
3. Dendam

Ada 3 perkara yang tidak boleh hilang:
1. Harapan, 
2. Keikhlasan, 
3. Kejujuran 

Ada 3 perkara yang paling berharga:
1. Kasih Sayang, 
2. Cinta, 
3. Kebaikan 

Ada 3 perkara dalam hidup yang tidak pernah pasti:
1. Kekayaan, 
2. Kesuksesan, 
3. Mimpi

Ada 3 perkara yang membentuk watak seseorang:
1. Komitmen, 
2. Ketulusan, 
3. Kerja keras 

Ada 3 perkara yang membuat kita sukses:
1. Tekad, 
2. Kemauan, 
3. Fokus 

Ada 3 perkara yang tidak pernah kita tahu:
1. Rezeki, 
2. Umur, 
3. Jodoh

TAPI, ada 3 perkara dalam hidup yang PASTI:
1. Tua, 
2. Sakit 
3. Kematian.

Ya Tuhan..
Orang yang membaca 3 perkara ini adalah orang yang taat, 
kuat, dan sabar.. 
Sayangilah dia serta kasihilah dia.. 
Bantulah dan tingkatkan kehidupannya,
mudahkan rejekinya, sehatkan badannya. 
Jika dia melangkah, selamatkanlah dia, serta mudahkan langkahnya...

Kamis, 09 Mei 2013

Arah Langkah Perjalanan Hidup Ini

Ketika aku lahir, aku belum bisa merangkak apalagi berjalan...

Hanya bisa menangis, makan, minum dan tertidur lelap.
ketika ku lapar aku menangis, Saat tidak nyaman aku menangis,
semua mendapatkan perhatian dari orang-orang yang mencintaiku .

Ketika ku mulai merangkak, aku tahu aku ingin bergerak,
aku ingin pergi kemanapun aku mau,
tetapi semua masih terbatas, dan tidak ada keleluasaan untuk bergerak.
hanya tangisan dan gerak tubuh yang menjadi isyarat komunikasiku.

Saat aku belajar berdiri dengan kedua kakiku,
ternyata kakiku masih belum begitu kuat menyangga berat badanku,
belum ada keseimbangan untuk berdiri dengan baik dan benar,
tetapi aku terus mencoba berdiri dengan kedua kakiku.

Saat aku mulai belajar melangkah, aku ingin berjalan,
terus melangkah walau langkah kaki ini sangat lemah untuk melangkah
masih belum mampu mengendalikan langkah kaki ini.
tabrak sana tabrak sini, jatuh bangun hanya untuk sebuah langkah kecil.

Saat aku sudah mulai mantap berjalan, rasanya ingin cepat-cepat berlari,
lari dan terus berlari, walau aku kesulitan untuk mengerem diri ini,
kadang aku terjatuh dan terus kembali berlari,
aku tidak tahu untuk apa aku berlari… dan terus berlari.


Saat aku sudah bisa menguasai diri, berjalan dengan langkah mantap, berlari dengan kendali,
kini aku ingin belajar naik sepeda, jatuh bangun dan terluka karena sepeda.
roda berputar aku terus mengayuh sepedaku tanpa hambatan…

Saat telah bisa naik sepeda, aku belajar mengendarai motor,
bisa naik motor dan mulai ngebut di jalan raya,
melesat melawan angin dan merasakan getaran jiwa muda
tantangan demi tantangan hidup, ku rasakan dan dilewati begitu saja.

Kini mobil pun menjadi tantangan baru bagiku,
kendaraan untuk melesat di jalan bebas hambatan,
membawaku kemanapun aku ingin pergi, tanpa takut panas dan hujan,
melesat dalam kecepatan yang akan mengantarkan pada tujuan.

Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah?
ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini.
Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat,
atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Walau pernah kita salah melangkah, tetapi selalu ada jalan untuk kembali,
Setiap jalan telah kau lalui, dan harus meninggalkan jejak langkah.
Tidak perlu menyusuri kembali jejak langkah yang lalu karena semua telah berlalu,
tataplah ke depan dengan langkah baru yang mantap untuk melangkah.

Kemanapun langkah dan tujuan hidupmu,
Semua pasti memiliki strategi dan rencananya sendiri,
Semua pasti punya tujuan hidupnya sendiri
Semoga kebahagiaan selalu menyertai perjalanannya.

Tujuan akhir dari kehidupan adalah pencapaian Kebahagiaan yang hakiki,
Walau masihkah ada pencapaian kebahagiaan yang hakiki,
Suka dan duka pasti selalu bersama sebagai satu paket hidup ini.
Sampai pada lenyapnya Dukhha maka Kebahagiaan Sejati menjadi milikmu.

Buka pintu hatimu, melihat dengan mata hatimu
Ikutilah Langkah kakimu dengan mengikuti suara hatimu
Jangan menyesali yang telah berlalu,
melangkah dengan pasti untuk masa depan yang lebih ceria.

Pengorbanan Seorang Ibu


Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan air mata bahagia.

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

NAMUN,

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.

Tangan ibu, tangan ajaib. Sentuhan ibu, sentuhan kasih. Dapat membawa ke Surga.

Belajarlah

=Belajarlah memaafkan kalau ingin dimaafkan
=Belajarlah menghormati kalau ingin dihormati
=Belajarlah memahami kalau ingin dipahami
=Belajarlah menyayangi kalau ingin disayangi
=Belajarlah menghargai kalau ingin dihargai
=Belajarlah menyenangi kalau ingin disenangi
=Belajarlah mendengarkan kalau ingin didengarkan
Ayo, kita sama-sama belajar mengubah diri kita.

Minggu, 05 Mei 2013

Nilai Sebuah Waktu

Untuk memahami nilai SATU TAHUN, tanyalah pada murid yang tidak naik kelas.

Untuk memahami nilai SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur.


Untuk memahami nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor koran mingguan.

Untuk memahami nilai SATU JAM, tanyakan pada seseorang yang hendak ditemui kekasihnya.

Untuk memahami nilai SATU MENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta api.

Untuk memahami nilai SATU DETIK, tanyakan pada orang yang lolos dari kecelakaan.

Untuk memahami nilai SATU MILIDETIK, tanyakan pada orang yang memenangkan medali perak dari olimpiade.

Betapa waktu sangat berharga untuk kita. karena harta kita yang tidak akan pernah kembali setelah kita kehilangannya adalah WAKTU. Hargai waktu, karena dia tidak akan pernah mau menunggu siapapun.

Belajar



Tatkala orang menabur kebencian,biarlah diriku menguatkan kesabaran..

Tatkala orang merancang perpecahan,biarlah kan kucoba pererat persatuan..

Tatkala orang menyinggung perasaan, biarlah kan kucoba belajar memaafkan...

Tatkala hidup dinaungi keraguan,biarlah kan kucoba menguatkan keimanan..

Tatkala segala perkataan menumbuhkan tunas keputus asaan, biarlah kan kucoba menumbuhkan harapan...

Tatkala di sekelilingku dinaungi kegelapan,biarlah kan kucoba membawa setitik pelita penerang....

Saudaraku ,tak kan jatuh harga diri kita karena memaafkan..

Tak kan jatuh martabat kita karena kebaikan..

Sungguh..akhlak mulia akan membawa kita kepada keindahan bukan karena kecantikan dan ketampanan,namun karena pribadinya yang menawan..semoga kita mampu demikian.

Harus ada Usaha

Jangan harapkan melihat pelangi yang indah andai tak sabar menanti redanya air hujan..

Jangan harapkan kesuksesan jika tak mampu menempuh sabar melalui ujian..

Sedangkan air sungai saja harus berjuang melalui berbagai rintangan sebelum sampai pada muaranya..

Demikian pula dengan kehidupan.Sebelum sampai bermuara pada kebahagiaan tentu diuji dengan berbagai hal yang menjadikan kita dewasa..

Dengan kesabaran disertai do'a dan ikhtiar semoga kebahagiaan akan kita dapatkan.



Kamis, 02 Mei 2013

Kebohongan Seorang Ibu

1. Saat Makan, jika makanan kurang Ibu akan memberikan makanan itu kepada anaknya, dan
     berkata, 
"cepatlah makan, Ibu tidak lapar.."
2. Waktu makan, Ibu selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Ibu tidak
     suka 
daging, makanlah nak..."
3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, ia berkata, "istirahatlah nak,
     ibu masih belum 
ngantuk.."
4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk Ibu. Ia berkata,
    "simpanlah untuk 
keperluanmu nak, ibu masih punya uang..."
5. Saat anak sudah sukses menjemput Ibu nya untuk tinggal di rumah besar, ia lantas berkata,
    "rumah tua 
kita sangat nyaman, Ibu tidak terbiasa tinggal disana..."
6. Saat menjelang tua, Ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi Ibu masih bisa
     tersenyum sambil 
berkata, "jangan menangis, Ibu tidak apa." Ini adalah kebohongan terakhir
     yang ia perbuat.




Tidak peduli seberapa kaya nya kita, seberapa dewasanya kita, Ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan seorang Ibu, karena beliau lah malaikat nyata yang dikirim Tuhan untuk menjaga kita dan menyayangi kita. Amin..

Senin, 31 Desember 2012

Pahala yang tak terduga

Dari Abu Huraira r.a, Rasulullah SAW bersabda,"Seorang wanita pezina telah diampuni dosanya karena ketika dalam perjalanan, ia melewati seekor anjing yang mengadahkan kepalanya sambil menjulurkan lidahnya yang hampir mati kehausan.
Maka wanita itu meninggalkan sepatu kulitnya, lalu mengikatnya dengan kain tudungnya, kemudian anjing tersebut diberi minum olehnya. Maka dengan perbuatannya tersebut telah diampuni dosanya.
"Seseorang bertanya, "Adakah pahala bagi kita dengan berbuat baik pada binatang?" Rasulullah SAW menjawab "Berbuat baik kepada setiap yang mempunyai hati (nyawa) terdapat pahala." (Muttafaq `alaihi : Miskat)

Selasa, 27 November 2012

Malaikat Tersayang

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia


Dia bertanya kepada Tuhan,

Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."


Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."

Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."

Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."

Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."

Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."

Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,

"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

Jawab Tuhan,
....."Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Sabtu, 27 Oktober 2012

Tak Ada Yang Benar Dimata Manusia

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, dan anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang-orang pun berkata, ‘Lihat orang tua itu yang tidak punya rasa kasihan karena anaknya dibiarkan berjalan kaki.”


Setelah mendengarkan desas-desus dari orang-orang maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di passar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak saja menaiki himar itu, sungguh kurang adab anak itu.”

Mendengar kata-kata orang di pasar itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai kini berkata lagi, “Lihatlah itu dua orang menaiki seekor himar, sungguh sangat menyiksa himar itu.”


Kerana tidak suka mendengar percakapan orang-orang di pasar itu, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang kok berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai, betapa bodohnya mereka”


Dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan ocehan mereka, katanya, “Sesungguhnya tidak akan terlepas seseorang itu dari pergunjingan manusia. Dan hanya orang yang berakal yang akan mengambil pertimbangan hanya kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam setiap urusan hidupnya.”


Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, iaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”