Selasa, 26 September 2017

Melaksanakan Budaya Akademika Dalam Islam

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang tepat pada waktunya yang berjudul “MELAKSANAKAN BUDAYA AKADEMIKA DALAM ISLAM”.
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai budaya akademika dalam islam atau yang lebih khususnya membahas tentang pengertian, makna, dan ciri-ciri budaya akademika dalam sudut pandang islam.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT. Senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.







Surabaya, 12 September 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………… 1
Daftar Isi ………………………………………………………………………. 2
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………….. 3
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………. 4
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………… 4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Budaya Akademik …………………………….…………..…. 5
2.2    Pengertian Budaya Akademik dalam Islam ………………………..……. 6
2.3  Pembahasan Tentang Budaya Akademik ……………..…………………. 8
2.4  Kesadaran Kritis Dan Budaya Akademik ……………………………….. 12
BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan ………………………………………………………………. 14
3.2    Saran ……………………………………………………………………... 15
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 16









BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik. Membangun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut. Jika sosialisasi tersebut dilakukan secara kontinu, maka ia akan menjadi sebuah tradisi dan budaya bagi individu-individu dalam masyarakat kampus. Norma-norma akademik merupakan hasil dari proses belajar dan latihan dan bukan merupakan bawaan lahir.
Islam adalah agama yang universal, karena itu masalah-masalah yang ada dalam masyarakat sudah barang tentu diatur di dalam ajaran Islam. Kajian tentang Al Quran serta kandungan ajarannya tampaknya tidak akan pernah selesai dan akan berlanjut sepanjang zaman. Keajaibannya akan senantiasa muncul kepermukaan bagaikan mata air yang tidak pernah kering dan akan selalu menjadi inspirasi kehidupan ummat Islam. Al Quran akan selalu hadir dalam kehidupan yang sarat dengan berbagai persoalan hidup yang dialami oleh umat Islam. Di sinilah letak salah satu keunikan Al Quran itu dan dari sini kita dapat memahami mengapa orang yang mempercayainya tidak akan pernah meragukan validitas ajarannya dan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak dan final meski dipihak lain orang yang meragukan dan tidak mempercayainya selalu berupaya untuk meruntuhkan kebenaran Al Quran baik dengan cara halus atau kasar, dibungkus dengan metode ilmiah yang mengandung distorsi atau bahkan hanya dengan hujatan, tanpa mengandung ilmiah yang layak dalam kajian akademis.
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sudah representatif untuk mewujudkan pendidikan multikultural(beragam budaya). Budaya merupakan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas lebih jauh tentang Budaya Akademik menurut Islam.
1.2    Rumusan Masalah
(1)   Apa pegertian dari budaya akademik?
(2)   Apa makna budaya akademik dalam sudut pandang Islam?
(3)  Bagaimana perkembangan ciri-ciri budaya akademik?

1.3    Tujuan Penulisan
(1)   Untuk mengetahui pengertian budaya akademik.
(2)   Untuk mendeskripsikan bagaimana makna budaya akademik dalam sudut pandang
islam.
(3)  Untuk mengetahui bagaimana perkembangan ciri-ciri budaya akademik.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Budaya Akademik
Budaya akademik (Academic culture), Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Kehidupan dan kegiatan akademik diharapkan selalu berkembang, bergerak maju bersama dinamika perubahan dan pembaharuan sesuai tuntutan zaman.
Perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan dan kegiatan akademik menuju kondisi yang ideal senantiasa menjadi harapan dan dambaan setiap insan yang mengabdikan dan mengaktualisasikan diri melalui dunia pendidikan tinggi dan penelitian, terutama mereka yang menggenggam idealisme dan gagasan tentang kemajuan. Perubahan dan pembaharuan ini hanya dapat terjadi apabila digerakkan dan didukung oleh pihak-pihak yang saling terkait, memiliki komitmen dan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap perkembangan dan kemajuan budaya akademik.
Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik. Membanggun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut.
Pemilikan budaya akademik ini seharusnya menjadi idola semua insan akademisi perguruaan tinggi, yakni dosen dan mahasiswa. Derajat akademik tertinggi bagi seorang dosen adalah dicapainya kemampuan akademik pada tingkat guru besar (profesor). Sedangkan bagi mahasiswa adalah apabila ia mampu mencapai prestasi akademik yang setinggi-tingginya.
Khusus bagi mahasiswa, faktor-faktor yang dapat menghasilkan prestasi akademik tersebut ialah terprogramnya kegiatan belajar, kiat untuk berburu referensi actual dan mutakhir, diskusi substansial akademik, dsb. Dengan melakukan aktivitas seperti itu diharapkan dapat dikembangkan budaya mutu (quality culture) yang secara bertahap dapat menjadi kebiasaan dalam perilaku tenaga akademik dan mahasiswa dalam proses pendidikan di perguruaan tinggi.
Oleh karena itu, tanpa melakukan kegiatan-kegiatan akademik, mustahil seorang akademisi akan memperoleh nilai-nilai normative akademik. Bias saja ia mampu berbicara tentang norma dan nilai-nilai akademik tersebut didepan forum namun tanpa proses belajar dan latihan, norma-norma tersebut tidak akan pernah terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari. Bahkan sebaliknya, ia tidak segan-segan melakukan pelanggaran dalam wilayah tertentu—baik disadari ataupun tidak.
Kiranya, dengan mudah disadari bahwa perguruan tinggi berperan dalam mewujudkan upaya dan pencapaian budaya akademik tersebut. Perguruan tinggi merupakan wadah pembinaan intelektualitas dan moralitas yang mendasari kemampuan penguasaan IPTEK dan budaya dalam pengertian luas disamping dirinya sendirilah yang berperan untuk perubahan tersebut.

2.2    Pengertian Budaya Akademik dalam Islam
Budaya akademik dalam pandangan Islam adalah suatu tradisi atau kebiasaan yang berkembang dalam dunia Islam menyangkut persoalan keilmuan. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana adalah tradisi ilmiah yang dikembangkan Islam. Di antara poin-poin pentingnya adalah pertama, tentang penghargaan Al-quran terhadap orang-orang yang berilmu, di antaranya adalah:
Wahyu Al-quran yang turun pada masa awal mendorong manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam ayat-ayat yang pertama kali turun Al-'Alaq 96: l-5 tergambar dengan jelas betapa kitab suci Al-quran memberi perhatian yang sangat serius kepada perkembangan ilmu pengetahuan. Sehingga Allah SW'T menurunkan petunjuk pertama kali adalah terkait dengan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dalam redaksi ayat tersebut menggunakan redaksi "iqra" . Makna perintah tersebut bukanlah hanya sebatas membaca dalam arti membaca teks, tetapi makna iqra' adalah membaca dengan melibatkan pemikiran dan pemahaman dan itulah kunci perkembangan ilmu pengetahuan dalam sepanjang sejarah kemanusiaan. Dalam kontek modern sekarang makna iqra' dekat dengan makna reading with understanding (membaca disertai dengan pemahaman).
Tugas Manusia sebagai khalifah Allah di Bumi akan sukses kalau memiliki ilmu pengetahuan. Penggalan ayat 3l dari Surat Al-Baqarah yang berbunyi "Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya", juga mengandung arti bahwa salah satu keistimewaan manusia adalah kemampuannya mengekspresikam apa yang terlintas dalam benaknya serta kemampuannya menangkap bahasa sehingga ini mengantarnya mengetahui. Di sisi lain kemampuan manusia merumuskan ide dan memberikan nama bagi segala sesuatu merupakan langkah menuju terciptanya manusia yang berpengetahuan dan lahirnya ilmu pengetahuan.
Muslim yang baik tidak pernah berhenti untuk menambah ilmu. Etos untuk terus menambah ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan bahwa yang disebut belajar atau menuntut ilmu bukan hanya pada musim tertentu atau dalam formalitas satuan pendidikan tertentu, melainkan sepanjang hayat masih dikandung badan maka kewajiban untuk terus menuntut ilmu tetap melekat dalam diri setiap muslim. Salah satu hikmahnya adalah bahwa kehidupan terus mengalami perubahan dan perkembangan menuju kemajuan, maka kalau seorang muslim tidak terus menambah pengetahuannya jelas akan tertinggal oleh perkembangan zaman yang pada gilirannya tidak dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan. Al-quran jelas membedakan antara orang yang berpengetahuan dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan.
Orang yang berilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT. Secara garis besar manusia dapat dibedakan ke dalam dua kelompok besar; pertama, orang yang sekedar beriman dan beramal, dan yang kedua adalah orang yang beriman dan beramal shalih serta memiliki pengetahuan. Posisi atau derajat kelompok kedua ini lebih tinggi bukan saja karena nilai ilmu yang dimiliki, tetapi juga amal dan usahanya untuk mengajarkan ilmu yang dimiliki tersebut, baik melalui lisan, tulisan atau bahkan tindakan. Ilmu yang dimaksud tentu saja bukan hanya ilmu agama tetapi ilmu apapun yang rnembawa maslahat bagi kehidupan manusia.
Di samping memberikan apresiasi terhadap orang yang berilmu poin penting lain yang dijelaskan Al-quran adalah bahwa:
Iman seorang muslim tidak akan kokoh kalau tidak ditopang dengan ilmu, demikian juga dengan amal shalih.
Tugas kekhalifahan manusia tidak akan dapat sukses kalau tidak dilandasi dengan ilmu.
Karakter seorang muslim yang berbudaya akademik adalah; orang yang selalu mengingat Allah yang disertai dengan ikhtiar untuk selalu menggunakan akalnya untuk memikirkan ciptaan Allah SWT. Serta selalu berusaha menambah ilmu dengan membuka diri terhadap setiap informasi yang baik dan kemudian memilih yang terbaik untuk dijadikan pegangan dan diikutinya.

2.3  Pembahasan Tentang Budaya Akademik
Dari berbagai Forum terbuka tentang pembahasan Budaya Akademik yang berkembang d Indonesia, menegaskan berbagai macam pendapat di antaranya :
Konsep dan Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik
Dalam situasi yang sarat idealisme, rumusan konsep dan pengertian tentang Budaya Akademik yang disepakati oleh sebagian besar (167/76,2%) responden adalah “Budaya atau sikap hidup yang selalu mencari kebenaran ilmiah melalui kegiatan akademik dalam masyarakat akademik, yang mengembangkan kebebasan berpikir, keterbukaan, pikiran kritis-analitis; rasional dan obyektif oleh warga masyarakat akademik” Konsep dan pengertian tentang Budaya Akademik tersebut didukung perumusan karakteristik perkembangannya yang disebut “Ciri-ciri Perkembangan Budaya Akademik” yang meliputi berkembangnya :
1)      Penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif.
2)      Pemikiran rasional dan kritis-analitis dengan tanggungjawab moral.
3)      Kebiasaan membaca.
4)      Penambahan ilmu dan wawasan.
5)      Kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat.
6)      Penulisan artikel, makalah, buku.
7)      Diskusi ilmiah.
8)      Proses belajar-mengajar.
9)      Manajemen perguruan tinggi yang baik.

Tradisi Akademik
Pemahaman mayoritas responden (163/74,4%) mengenai Tradisi Akademik adalah, “tradisi yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat akademik dengan menjalankan proses belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa seperti menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan cara-cara berpikir kritis-analitis, rasional dan inovatif di lingkungan akademik”.
Perguruan tinggi sebagai suatu institusi dalam masyarakat memiliki ciri khas tersendiri di samping lapisan-lapisan masyarakat lainnya. Warga dari suatu perguruan tinggi adalah insan-insan yang memiliki wawasan dan integritas ilmiah. Oleh karena itu masyarakat akademik harus senantiasa mengembangkan budaya ilmiah yang merupakan esensi pokok dari aktivitas perguruan tinggi (Kaelan, 2004). Terdapat sejumlah ciri masyarakat ilmiah yang harus dikembangkan dan merupakan budaya dari suatu masyarakat akademik, yang terdiri dari :
Kritis, yang berarti setiap insan akademis harus senantiasa mengembangkan sikap ingin tahu segala sesuatu untuk selanjutnya diupayakan jawaban dan pemecahannya melalui suatu kegiatan ilmiah penelitian.
Kreatif, yang berarti setiap insan akademis harus senantiasa mengembangkan sikap inovatif, berupaya untuk menemukan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat.
Obyektif, yang berarti kegiatan ilmiah yang dilakukan harus benar-benar berdasarkan pada suatu kebenaran ilmiah, bukan karena kekuasaan, uang atau ambisi pribadi.
Analitis,  yang berarti suatu kegiatan ilmiah harus dilakukan dengan suatu metode ilmiah yang merupakan suatu prasyarat untuk tercapainya suatu kebenaran ilmiah.
Konstruktif, yang berarti suatu kegiatan ilmiah yang merupakan budaya akademik harus benar-benar mampu mewujudkan suatu karya baru yang memberikan asas kemanfaatan bagi masyarakat.
Dinamis, yang berarti ciri ilmiah sebagai budaya akademik harus dikembangkan terus-menerus.
Dialogis, artinya dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dalam masyarakat akademik harus memberikan ruang pada peserta didik untuk mengembangkan diri, melakukan kritik serta mendiskusikannya.
Menerima kritik, ciri ini sebagai suatu konsekuensi suasana dialogis yaitu setiap insan akademik senantiasa bersifat terbuka terhadap kritik.
Menghargai prestasi ilmiah/akademik, masyarakat intelektual akademik harus menghargai prestasi akademik, yaitu prestasi dari suatu kegiatan ilmiah.
Bebas dari prasangka, yang berarti budaya akademik harus mengembangkan moralitas ilmiah yaitu harus mendasarkan kebenaran pada suatu kebenaran ilmiah.
Menghargai waktu,  yang berarti masyarakat intelektual harus senantiasa memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin,  terutama demi kegiatan ilmiah dan prestasi.
Memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah, yang berarti masyarakat akademik harus benar-benar memiliki karakter ilmiah sebagai inti pokok budaya akademik.
Berorientasi ke masa depan,  artinya suatu masyarakat akademik harus mampu mengantisipasi suatu kegiatan ilmiah ke masa depan dengan suatu perhitungan yang cermat, realistis dan rasional.
Kesejawatan/kemitraan, artinya suatu masyarakat ilmiah harus memiliki rasa persaudaraan yang kuat untuk mewujudkan suatu kerja sama yang baik.
Oleh karena itu budaya akademik senantiasa memegang dan menghargai  tradisi almamater sebagai suatu tanggung jawab moral masyarakat intelektual akademik.

Kebebasan Akademik
Pengertian tentang “Kebebasan Akademik” yang dipilih oleh 144 orang (65,7%) responden adalah kebebasan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi anggota sivitas akademika (mahasiswa dan dosen) untuk bertanggung jawab dan mandiri yang berkaitan dengan upaya penguasaan dan pengembangan Iptek dan seni yang mendukung pembangunan nasional. Kebebasan akademik meliputi kebebasan menulis, meneliti, menghasilkan karya keilmuan, menyampaikan pendapat, pikiran, gagasan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, dalam kerangka akademis (Kistanto, et. al., 2000: 86).
“Kebebasan Akademik” berurat-berakar mengiringi tradisi intelektual masyarakat akademik – tetapi kehidupan dan kebijakan politik acapkali mempengaruhi dinamika dan perkembangannya. Dalam rezim pemerintahan yang otoriter, kiranya kebebasan akademik akan sulit berkembang. Dalam kepustakaan internasional kebebasan akademik dipandang sebagai inti dari budaya akademik dan berkaitan dengan kebebasan berpendapat (lihat CODESRIA 1996, Forum 1994, Daedalus Winter 1997, Poch 1993, Watch 1998, Worgul 1992).
Dalam masyarakat akademik di Indonesia, kebebasan akademik yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat telah mengalami penderitaan yang panjang, selama puluhan tahun diwarnai oleh pelarangan dan pembatasan kegiatan akademik di era pemerintahan Suharto (lihat Watch 1998). Kini kebebasan akademik telah berkembang seiring terjadinya pergeseran pemerintahan dari Suharto kepada Habibie, dan makin berkembang begitu bebas pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, bahkan hampir tak terbatas dan “tak bertanggungjawab,” sampai pada pemerintahan Megawati, yang makin sulit mengendalikan perkembangan kebebasan berpendapat.
Selain itu, kebebasan akademik kadangkala juga berkaitan dengan sikap-sikap dalam kehidupan beragama yang pada era dan pandangan keagamaan tertentu menimbulkan hambatan dalam perkembangan kebebasan akademik, khususnya kebebasan berpendapat.
Dapat dikatakan bahwa kebebasan akademik suatu masyarakat-bangsa sangat tergantung dan berkaitan dengan situasi politik dan pemerintahan yang dikembangkan oleh para penguasa. Pelarangan dan pembatasan kehidupan dan kegiatan akademik yang menghambat perkembangan kebebasan akademik pada lazimnya meliputi :
1.      Penerbitan buku tertentu.
2.      Pengembangan studi tentang ideologi tertentu.
3.  Pengembangan kegiatan kampus, terutama demonstrasi dan diskusi yang bertentangan dengan ideologi dan kebijakan pemerintah atau negara.

2.4  Kesadaran Kritis Dan Budaya Akademik
Merujuk pada redaksi UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya mahasiswa itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiah, “mahasiswa” terdiri dari dua kata, yaitu Maha yang berarti tinggi dan Siswa  yang berarti subyek pembelajar sebagaimana pendapat Bobbi de porter, jadi kaidah etimologis menjelaskan pengertian mahasiswa sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas.
Namun jika kita memaknai mahasiswa sebagai subyek pembelajar saja, amatlah sempit sebab meski diikat oleh suatu definisi study, akan tetapi mengalami perluasan makna mengenai eksistensi dan peran yang dimainkan dirinya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, mahasiswa tidak lagi diartikan hanya sebatas subyek pembelajar (study), akan tetapi ikut mengisi definisi learning. Mahasiswa adalah seorang pembelajar yang tidak hanya duduk di bangku kuliah kemudian mendengarkan tausiyah dosen, lalu setelah itu pulang dan menghapal di rumah untuk menghadapi ujian tengah semester atau Ujian Akhir semester. Mahasiswa dituntut untuk menjadi seorang simbol pembaharu dan inisiator perjuangan yang respect dan tanggap terhadap isu-isu sosial serta permasalahan umat manusia.
Apabila kita melakukan kilas balik, melihat sejarah, peran mahasiswa acapkali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari penjajahan hingga kini masa reformasi. mahasiswa bukan hanya menggendong tas yang berisi buku, tapi mahasiswa turut angkat senjata demi kedaulatan bangsa Indonesia. Dan telah menjadi rahasia umum, bahwasanya mahasiswa lah yang menjadi pelopor restrukturisasi tampuk kepemimpinan NKRI pada saat reformasi 1998. Peran yang diberikan mahasiswa begitu dahsyat, sehingga sendi-sendi bangsa yang telah rapuh, tidak lagi bisa ditutup-tutupi oleh rezim dengan status quonya, tetapi bisa dibongkar dan dihancurkan oleh Mahasiswa.
Mencermati alunan sejarah bangsa Indonesia, hingga kini tidak terlepas dari peran mahasiswa, oleh karena itu mahasiswa dapat dikategorikan sebagai Agent of social change ( Istilah August comte) yaitu perubah dan pelopor ke arah perbaikan suatu bangsa. Kendatipun demikian, paradigma semacam ini belumlah menjadi kesepakatan bersama antar mahasiswa (Plat form ), sebab masih ada sebagian madzhab mahasiswa yang apriori ( cuek ) terhadap eksistensi dirinya sebagai seorang mahasiswa, bahkan ia tak mau tahu menahu tentang keadaan sekitar lingkungan masyarakat ataupun sekitar lingkungan kampusnya sendiri. Yang terpenting buat mereka adalah duduk dibangku kuliah menjadi kambing conge dosen, lantas pulang duluan ke rumah.
Inikah mahasiswa? Padahal, mahasiswa adalah sosok yang semestinya kritis, logis, berkemauan tinggi, respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa, mau bekerja keras, belajar terus menerus, mempunyai nyali (keberanian yang tinggi) untuk menyatakan kebenaran, aplikatif di lingkungan masyarakat serta spiritualis dan konsisten dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ketauhidan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan Konsep itulah, mahasiswa semestinya bergerak dan menyadari dirinya akan eksistensi ke-mahahasiswaan nya itu. Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi ( IP ) yang tinggi dan mendapat penghargaan cumlaude, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan civitas/ perguruan tinggi dimana ia kuliah. Misalnya dengan ikut serta/ aktif di Organisasi Mahasiswa, baik itu Organisasi intra kampus ( BEM dan UKM ) ataupun Organisasi Ekstra kampus, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada pembangunan bangsa.


BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Budaya akademik dalam pandangan Islam adalah suatu tradisi atau kebiasaan yang berkembang dalam dunia Islam menyangkut persoalan keilmuan. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana adalah tradisi ilmiah yang dikembangkan Islam. Di antara poin-poin pentingnya adalah pertama, tentang penghargaan Al-quran terhadap orang-orang yang berilmu, di antaranya adalah:
Wahyu Al-quran yang turun pada masa awal mendorong manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Tugas Manusia sebagai khalifah Allah di Bumi akan sukses kalau memiliki ilmu pengetahuan.
Muslim yang baik tidak pernah berhenti untuk menambah ilmu.
Orang yang berilmu akan dimuliakan oleh Allah SWT.
Di samping memberikan apresiasi terhadap orang yang berilmu poin penting lain yang dijelaskan Al-quran adalah bahwa:
Iman seorang muslim tidak akan kokoh kalau tidak ditopang dengan ilmu, demikian juga dengan amal shalih.
Tugas kekhalifahan manusia tidak akan dapat sukses kalau tidak dilandasi dengan ilmu.
Karakter seorang muslim yang berbudaya akademik adalah; orang yang selalu mengingat Allah yang disertai dengan ikhtiar untuk selalu menggunakan akalnya untuk memikirkan ciptaan Allah SWT. Serta selalu berusaha menambah ilmu dengan membuka diri terhadap setiap informasi yang baik dan kemudian memilih yang terbaik untuk dijadikan pegangan dan diikutinya.
Budaya akademik akan dapat terwujud dengan syarat sikap-sikap positif serta kesadaran juga dimiliki.

3.2    Saran
Berdasarkan simpulan diatas, kepada pembaca khususnya para mahasiswa untuk menuntut dan mengamalkan budaya akademis yang harus kita dasar dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt agar dapat memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan serta lingkungan sekitar kita.















DAFTAR PUSTAKA
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. 2006. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Fajar. Mahasiswa dan Budaya Akademik. 2002. Bandung, Rineka.
Kaelan, M,S. Pendidikan Pancasila. Edisi 8. 2004. Yogyakarta: Paradigma
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi;
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 178/U/2001 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Pendidikan Tinggi
Asy’arie, Musa. Manusia Pembentuk Kebudayaan Dalam Alquran. Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam, 1992.
Audah, Ali (et all). Membangun Kembali Pikiran Agama Islam. Jakarta: Tintamas, 1992.




Minggu, 05 Februari 2017

Kamu

Kamu yang aku kagumi dalam diam
Kamu pula yang aku sayangi dalam diam
Hanya diam yang menemani perasaan ini
Kamu yang selalu aku semogakan
Biarkan waktu yang menjawab semuanya
Tanpa adanya paksaan atau kehendak
Hanya bisa pasrah dan menerima
Meski kadang terasa lelah menunggu waktu itu datang
Menanti, menunggu, dan menunggu
Tetapi, yang ditunggu belum tentu sesuai harapan
Biarlah waktu yang menentukan

Sabtu, 25 Oktober 2014

Mengagumimu

Mengenalmu adalah hal yang terindah bagiku
Mungkin aku hanya bisa mengenalmu
Dalam mimpi indah dalam tidurku
Kutuliskan kisah yang indah
Yang terukir indah dalam hati ini
Kurangkai dengan sejuta keindahan
Ditengah kesunyian berkali-kali kita saling pandang
Tidakkah aku terlalu berkhayal?
Hatiku terasa berdebar dan waktu pun terus berlalu 
Pahit rasanya bila ngenang wajahmu
Apakah seperti itu lucu?
Ku selalu bertanya
Mengapa harus mengenalmu jika harus seperti ini?
Aku terbuai mimpi hingga keujung kaki
Seharusnya aku tahu sejak awal
Kalau akhirnya akan begini
Tapi, aku yakin mungkin ini adalah
sebuah rencana Tuhan yang terbaik bagiku
Dan aku yakin,
Tuhan lebih tau segalanya..
 

Rabu, 19 Maret 2014

Banyak Pelajaran

Dari Air kita belajar Ketenangan

Dari Batu kita belajar Ketegaran

Dari Tanah kita belajar Kehidupan

Dari Kupu-kupu kita belajar Merubah diri

Dari Padi kita belajar Rendah hati

Dari Rasul kita belajar Rasa Kasih dan Sayang yang Sempurna

Sabtu, 08 Maret 2014

Tenang nya Hati

ALANGKAH TENANG NYA HATI

Jika memilih maaf dari dendam..
Jika memilih cinta dari benci..
Jika memilih senyum dari amarah..
Jika memilih syukur dari kufur..
Jika memilih taqwa dari putus asa..
Jika memilih sopan dari hinaan..
Jika memilih diam dari banyak bicara..
Jika memilih sabar dari kesombongan..

Sahabat :
Apa pun pilihan yang kamu tentukan..
Jalaupun itu suatu hal yang menyakitkan..
Jangan pernah larut dalam penyesalan..
Selagi kamu masih bisa melihat mentari..
Dan merasakan semilirnya angin dalam hati..
Selalu ada harapan untuk memulai kembali..
Segala yang telah hilang, pupus dan hancur dengan langkah baru yang lebih baik..

Terkadang

Yang dikagumi terkadang tidak mengerti
Yang dirindukan terkadang tidak tahu
Yang dicintai terkadang tidak merasa
Yang diinginkan terkadang tidak sejalan
dan Yang tidak disangka terkadang terjadi

Aku yakin Rencana Tuhan akan indah pada waktunya

Rabu, 29 Januari 2014

Keajaiban Doa


Kehidupan Bagaikan Roda

Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh dipergilirkan.

Itulah kenapa kita tidak harus sombong, menyakiti
saudara sendiri, merendahkan teman saat posisi kita di atas, karena besok lusa, boleh jadi kitalah dalam posisi susah, sulit, dan harus meminta pertolongan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Maka, berbahagialah orang2 yang memahami hal ini, dan mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut.

Dan sungguh, lebih berbahagia lagi orang2 yang sudah pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan, tak kurang walau semili ketulusan dalam hatinya.

Sabtu, 14 Desember 2013

EXO - Mama Korean Ver. With Indonesian Translation

Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?

잃어버린 채 외면하는 것 같아 참을 수밖에 없어
irheobeorin chae oemyeonhaneun geot gata chameul subakke eobseo
눈을 감지만
nuneul gamjiman

마마! 이젠 내게 대답해줘 왜 사람들이 달라졌는지
mama! ijen naege daedaphaejwo wae saramdeuri dallajyeonneunji
아름다운 시절이라는게 존재하긴 했는지
areumdaun sijeoriraneunge jonjaehagin haenneunji
이제 더는 사랑하는 법도 잊었고 배려하는 맘도 잃었고
ije deoneun saranghaneun beopdo ijeotgo baeryeohaneun mamdo irheotgo
등을 돌린 채로 살아가기 바쁜걸
deungeul dollin chaero saragagi bappeungeol

익명의 가면에 감췄던 살의 가득한 질시
ingmyeongui gamyeone gamchwotdeon sarui gadeukhan jilsi
끝을 봐도 배고픈 듯한
kkeuteul bwado baegopeun deutan
이젠 만족해?
ijen manjokhae?

* 우린 더 이상 눈을 마주 하지 않을까?
* urin deo isang nuneul maju haji anheulkka?
소통하지 않을까? 사랑하지 않을까?
sotonghaji anheulkka? saranghaji anheulkka?
아픈 현실에 다시 눈물이 흘러
apeun hyeonsire dasi nunmuri heulleo
바꿀 수 있다고 바꾸면 된다고 말해요 마마. 마마.
bakkul su itdago bakkumyeon doendago malhaeyo mama. Mama.

언젠가부터 우린 스마트한 감옥에 자발적으로 갇혀
eonjengabuteo urin seumateuhan gamoge jabaljeogeuro gatyeo
0과 1로 만든 디지털에 내 인격을 맡겨
donggwa ilro mandeun dijiteore nae ingyeogeul matgyeo
거긴 생명도 감정도 따듯함도 없고 언어 쓰레기만
geogin saengmyeongdo gamjeongdo ttadeutamdo eopgo eoneo sseuregiman
나뒹구는 삭막한 벌판.
nadwingguneun sangmakhan beolpan.
날이 갈수록 외로움만 더해져
nari galsurok oeroumman deohaejyeo
우리가 인간일 수 밖에 없는 건 상처 받는 것. Yeah-
uriga inganil su bakke eomneun geon sangcheo batneun geot. Yeah-

만나고 손을 잡고 느끼며 함께 울고 웃고
mannago soneul japgo neukkimyeo hamkke ulgo utgo
닮아가고 서로 연결돼.
darmagago seoro yeongyeoldwae.
돌이키고 싶다면
dorikigo sipdamyeon

* Repeat
Turnback!
죽고, 죽이고 싸우고 외치고. 이건 전쟁이 아니야.
jukgo, jugigo ssaugo oechigo. igeon jeonjaengi aniya.
도와줘요 마마마마 마마마마 Turn back.
dowajwoyo mamamama mamamama Turn back.
깨닫게 마마마마 마마마마 Rolling back.
kkaedatge mamamama mamamama Rolling back.
박고 치고 편을 나누고 싸우고 이건 게임도 아니야.
bakgo chigo pyeoneul nanugo ssaugo igeon geimdo aniya.
도와줘요 마마마마 마마마마 Turn back.
dowajwoyo mamamama mamamama Turn back.
Yeah-

Careless, careless. (마마) Shoot anonymous, anonymous. (마마)
Careless, careless. (mama) Shoot anonymous, anonymous. (mama)
Heartless, mindless. (마마) No one. Who care about me? (마마)
Heartless, mindless. (mama) No one. Who care about me? (mama)

삶에 허락된 축복받은 날들에 감사하고
sarme heorakdoen chukbokbadeun naldeure gamsahago
매일 새로운 인연들을 만들고
maeil saeroun inyeondeureul mandeulgo
깨져버린 마음에 보다, 기쁜 사랑을 모두 함께
kkaejyeobeorin maeume boda, gippeun sarangeul modu hamkke
웃을 수 있다면
useul su itdamyeon

* Repeat
Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?


INDONESIAN TRANSLATION
Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?

Aku rasanya ingin memalingkan wajah dan menghilang, tak bisa melakukan apa-apa selain bertahan
Aku menutup mataku

Mama! Mengapa orang-orang berubah, jawab aku sekarang
Apakah dulu ada masa-masa yang indah?
Mereka lupa cara untuk mencintai dan rasa perdulipun hilang
Mereka sibuk dengan kehidupan dimana mereka akan kembali

Pandangan kecemburuan yang memenuhi dengan keinginan membunuh yang disembunyikan dalam topeng tak bernama
Meskipun melihat akhirnya, mereka merasa lapar
Apa kau puas sekarang?

* Tidakkah kita akan saling beradu pandang sama sekali?
Tidakkah kita akan saling mengerti dan mencintai?
Dalam realitas yang menyedihkan, air mata mengalir lagi
Katakanlah bahwa kita akan mengubahnya dan mampu mengubahnya mama mama

Untuk beberapa waktu kita dengan sengaja dikurung dalam penjara cerdas
Kita mempercayakan karakter pada digital buatan untuk 0 dan 1 detik
Di sana tak ada kehidupan, perasaan, dan kehangatan, hanya ada bahasa sampah
Hanya lapangan suram untuk berguling-guling
Semakin hari berlalu, Rasa sepi makin bertambah
Kita tak bisa menjadi apapun selain manusia, karena kita menerima luka

Kita bertemu dan berpegangan tangan, merasakan, menangis dan tertawa bersama
Menjadi seperti terhubung satu sama lain
Jika kau ingin kembali

* Repeat
Kembalikan!
Mati, membunuh dan pertarungan serta teriakan. Ini bukanlah perang
Tolonglah mamama mamama kembalikan
Sadarlah mamama mamama berputar ke belakang
Benturan, pukulan, menyingkir, bertarung. Ini juga bukan permainan
Tolonglah mamama mamama kembalikan
Yeah

Careless, careless. (mama) Shoot anonymous, anonymous. (mama)
Heartless, mindless. (mama) No one. Who care about me? (mama)

Kita harus berterima kasih atas hari-hari menyenangkan yang diberikan dalam hidup kita
Setiap hari kita membuat takdir kita masing-masing
Daripada patah hati, Semua bersama-sama dengan cinta yang bahagia
Jika kita dapat tersenyum

* Repeat
Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless. No one. who care about me?

EXO - Wolf Korean Ver. with Indonesian Translation


[Chanyeol] Chogiwa danbeone neukkyeo
Neol hanibe chijeucheoreom jibeoneoheulteda
[Kris] Hyanggimatgo saekkkal eummihago
Wainboda uahage jabameogeulteda
[Kai] A geureonde baltobe himi ppajyeo immatkkaji
yeah eobseojyeo
Hoksi naega apeungeolkka byeongirado geollingeoni
Yeah [Baekhyun] keunillatdae
[Sehun] Jeongsincharyeo eojjeoda inganege mameul
Ppaetgyeobeoryeonna
[Baekhyun] Geunyeoneun hanipgeori ppunirago
[All] Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Chanyeol] anhaebon seutaillo jeo keun
boreumdari jigijeone haechiwora
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo)
[Luhan] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
(A saranghaeyo)
[Kai] Nan neukdaego neon minyeo
[Luhan] Geobuhalsu eobsi gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Baekhyun] Nan dansunhage joha nae soge sumeoitdeon
geosi jigeum nuntteosseo
(Iya) [Suho] Geunyeol jombwa gongpoe ppajyeo
Nunapui situation ihae motaemotae
[D.O] Jeo deoreoun neukdaenomi gyeolguk nal
jabameokgetji
[Lay] Geuge aninde sarange ppajin geomnida
[Xiumin] Neomu areumdawo areumdawo areumdawo(wolf)
[Xiumin & Lay] Geudae nae nima nae nima nae nima (wolf)
[Xiumin, Lay, & Tao] Nareul duryeowo duryeowo
duryeowo ma
[All] Naneun teukbyeolhan teukbyeolhan
teukbyeolhan(wolf)
Geudael saranghaneun saranghaneun saranghaneun (wolf)
Nege nuni meon nuni meon nuni meon(wolf)
[All] Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeureo
jeongsinirke
Hey ja, [Xiumin] Anhaebon seutaillo jeo
keunboreumdari jigijeone haechiwora
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Tao] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Xiumin] Nan neukdaego neon minyeo
[Kai] Neol motkkeunkesseo keunillasseo ([D.O] Ooo)
[Kris] Neol motkkeunkesseo keunillasseo ([Baekhyun]
(Yeahh Yeah!)
[Suho] Jeo norandari nareul nollyeo neoreul gajilsu eopdago
[Chanyeol] Naneun geunyang geochin yasuinde
[D.O] Geuttan malhalgeomyeon kkeojyeo
pillyohadamyeon nal bakkwo
[Chen] Geunyeol jeolttae bonaelsuga eobseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Baekhyun] Nan dansunhange joha nae soge
sumeoitdeon geosi jigeum nuntteosseo
[D.O] Geobuhalsu eobsi gangnyeolhan i neukkime
ppajyeobeoryeo nareul nwasseo
[Chen] Nan dansunhange joha [Chen & Baekhyun] nae
soge sumeoisseotdeon geosi jigeum nuntteosseo
(Hey hwak mureo geu daeum mangmak heundeure jeongsinirke
Hey , anhaebon seutaillo)
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Kris] Nan neukdaego neon minyeo
[All] Geurae wolf naega wolf auuu-
A saranghaeyo
[Kai] Nan neukdaego neon minyeo

INDONESIAN TRANSLATION

Aku merasakan sebuah sensasi, aku merasakan itu sekaligus
Aku akan membawamu seteguk seperti keju
Aku meletakkan pada aroma(mu), meneliti warnamu
Aku akan memakanmu lebih lembut ketimbang aku meminum wine
Ah, tapi kekuatan di kukuku meleleh
Jadi aku kehilangan nafsu
Mungkin aku sakit, apakah aku jatuh sakit?
Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu gigitan
Hey! Menggigit sangat ketat dan kemudian mengocok, kocok sampai kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya yang tak pernah kamu coba
Sebelum bulan purnama yang besar muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak tertahankan, perasaan ini kuat dan aku sudah melepaskan (diriku)
Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah membuka matany
Eeyahh! Lihatlah gadis jatuh ke dalam teror
Tidak bisa, tidak bisa memahami situasi di depan matanya
“Itu kotor, serigala jantan akan memakanku”
Tapi bukan itu. Aku sudah jatuh cinta [kamu]
Aku sudah menjadi pro. Seorang dewi sepertimu
Orang yang mencuri hatiku
Aku hanya seorang korban yang sehat
Aku sudah bodoh. Dewi sepertimu
Pemilik yang menarik semua gigiku
Aku hanya hamba yang setia
Hey! Menggigit sangat ketat dan kemudian mengocok, kocok sampai kamu kehilangan pikiran
Hey! Melakukan hal itu dengan gaya yang tak pernah kamu coba
Sebelum bulan purnama yang besar muncul, melakukan begitu saja
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Mungkin aku sakit, apakah aku jatuh sakit?
Ya, aku dalam masalah
Mendapatkan pegangan
Bagaimana hatimu dicuri manusia?
Manusia hanya akan memakan satu gigitan
Bulan yang kuning menggodaku, bahwa aku tak bisa memiliki kamu
“Tapi kamu hanya binatang kasar.”
Jika kamu bilang seperti itu, maka tersesat!
Kalau kamu butuh aku, ubah diriku!
Aku tak pernah bisa membiarkannya pergi
Aku sudah sangat jatuh cinta tidak tertahankan, perasaan ini kuat dan aku sudah melepaskan (diriku)
Aku suka yang simple
Hal yang tersembunyi dariku telah membuka matanya
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali
Benar serigala, aku serigala, AWOOOO~
Ah, aku cinta kamu
Aku serigala dan kamu cantik sekali

EXO – Growl Korean Ver. With Indonesian Translate


[Tao] Yo OK sexy
[Kai] neo hogshi molla gyeonggo haneunde
[Tao] (Jaldeureo)
[Kai] jigeum wiheomhae
[Tao] (So dangerous)
[Sehun] jakku nareul jageug hajima
nado nal molla

[Baekhyun] sumi jakku meotneunda
niga nal hyanghae georeo onda
[Chen] nareul bomyeo utneunda
neodo naege kkeulli neunji
[Baekhyun, Kai] nun api dakkam kkamhae
[Baekhyun] niga tturheo jyeora chyeoda bolttae
[Xiumin] gwit gae gakka wojin sum sori
[Chen] nalmichige mandeuneun neoin geol
[Baekhyun] amudo neol motboge
[Tao] (jeolttae)
[Baekhyun] pume gamchugo shipeo
[Tao] (I’m so serious)
[Xiumin] nuni neol boneun shiseondeul nae ane ireona
[Chen] geojin soyongdo
[All] geomjeong geurimja nae ane kkae eona
neol boneun du nune bul kkochi nuntteo
geu nyeo gyeoteseo moduda mulleona
ijen jogeum sshig sana woji nikka
[All] na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Tao] da mulleo seoji anheu myeon
dachyeodo molla
[D.O] na ison nunbitgwa
beil deutan ginjang gam
jigeum geomsaeg jungya
neoui juwireul baby
[Suho] neon geunyang geudaero isseo
namaneul bara bomyeonseo
jeolttae neol bonaeji anha
dugobwa beibee
[Luhan] heurin gonggan sogeseo
[D.O] (heurin gonggan sogeseo)
[Luhan] seonmyeong hage bit naneun
[D.O] (seonmyeong hage bit naneun)
[Luhan] nuni bushin seongdeul nae ane ullineun
[D.O] gyeong boullim sori
[All] geomjeong geurimja nae ane kkae eona
neol boneun du nune bul kkochi nuntteo
geu nyeo gyeoteseo moduda mulleona
ijen jogeum sshig sana woji nikka
[All] na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Kris] mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla
[Sehun] E.X.O
[Chanyeol] Yeah tto dareun neugdae deuri bol saera
neomuna wanbyeoghan nae yeojara
pum soge budeureobge neorango
neomaneul wihae naneun nanpoghae jigo
[Kai] gyeolgugen ganghan jaga
eodge doeneun miin
jariga eobseu nikka geunyang doraga
[Kris] ganeung seong jeroya
geureo nikka geumanbwa
[Lay] geu nyeoreul neombon damyeon
nareul meonjeo neomeobwa
[Luhan] uri mankeum hana dul sshig
jiwo beori janha
[Suho, Chen, Baekhyun] neo hanago naman yeogi nama
meomchwojin deushi
[Chen] Yeah~
[All] geomjeong geurimja nae ane kkae eona
neol boneun du nune bul kkochi nuntteo
geu nyeo gyeoteseo moduda mulleona
ijenj ogeum sshig sana woji nikka
[All] na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Lay] mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla
[All] na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Kai] mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla

Indonesian Translate :
[Tao] Hey, Ok, Sexy
[Kai] Aku sudah memperingatkanmu ( [Tao] dengarkan )
[Kai] Semua ini berbahaya sekarang ( [Tao] so dangerous )
[Sehun] Jangan terus memaksaku
[Sehun] Aku bahkan tidak bisa mengontrol diri ini
[Baekhyun] Nafas ini terus tersendat
Saat kau berjalan kearahku
[Chen] Saat kau tersenyum padaku
Sepertinya, kau juga tertarik padaku
[Baekhyun & Kai] Oh~ tatapanku terhalau
[Baekhyun] Saat perlahan kau mulai menatapku
[Xiumin] Suara deru nafasmu bahkan terdengar jelas ditelingaku
[Chen] Kau, sungguh membuatku menjadi gila
[Baekhyun] Jadi, jangan ada seorangpun yg boleh melirikmu
([Tao] tidak akan pernah )
[Baekhyun] Akan kusembunyikan kau dalam pelukanku
([Tao] Aku serius )
[Xiumin] Setiap tatapan mereka untukmu
[Chen] Saat itu angin topan bergemuruh dalam diriku
[All] Bayangan hitam menyelubungiku
Api menyala dikedua bola mataku
Untuk semuanya, jauhi gadisku ini
Aku mulai menjadi ganas sekarang
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
[Tao] Kau mungkin akan terluka bila tidak mundur sekarang juga
[D.O] Satuuu lirikan tajam
Kecemasan yang tidak berujung
Kedua mata ini terjaga terus untukmu
Selalu bersamamu, Baby ohh~~
[Suho] Aku harap kau tetaplah seperti itu
Hanya aku dalam kedua matamu
Karena aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi, beibbeee
[Luhan] Dalam ruangan berkabut
([D.O] ruangan berkabut )
[Luhan] Bersinar begitu terang
([D.O] bersinar terang )
[Luhan] Lirikan – lirikan yg ditujukan padamu
[D.O] Gaumanku menderu sebagai peringatan
[All] Bayangan hitam menyelubungiku
Api menyala dikedua bola mataku
Untuk semuanya, jauhi gadisku ini
Aku mulai menjadi ganas sekarang
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
[Kris] Kau mungkin akan terluka bila tidak mundur sekarang juga
[Sehun] E.X.O
[Chanyeol] Serigala lainnya akan datang
Kau gadisku yang begitu sempurna
Dengan lembut ku sembunyikan kau dalam pelukanku
Semua sakit ini aku tahan hanya untukmu
[Kai] Pada akhirnya yang terkuat mendapatkan yang tercantik (EXO)
Sudah tidak ada kesempatan untukmu, pergilah ( Apa? )
[Kris] Peluangmu Nol Besar, jadi berhenti berharap
[Lay] Jika kau menginginkan gadis ini, habisi dulu aku
[Luhan] Hapuslah semuanya, sisakan hanya tentang kita berdua
Kau dan aku,
[Chen, Baekhyun, Suho] Teruslah bertahan seperti ini sampai waktu berhenti
[Chen] Yeah~~~~
[All] Bayangan hitam menyelubungiku
Api menyala dikedua bola mataku
Untuk semuanya, jauhi gadisku ini
Aku mulai menjadi ganas sekarang
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
[Lay] Kau mungkin akan terluka bila tidak mundur sekarang juga[All] Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum
[Kai] Kau mungkin akan terluka bila tidak mundur sekarang juga

Someday - Super Junior

Jeormeun naren jeormeumeul moreugo
Saranghal ttaen sarangi boiji anhanne
Hajiman ije dwidoraboni
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Nunmul gateun siganui gang wie
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
Geureoke ije dwidoraboni
Jeormeumdo sarangdo aju sojunghaetguna
Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..
Jeormeun naren jeormeumeul ijeotgo
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeonne
Hajiman ije saenggakhae boni
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna
Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..
Eonjenganeun uri dasi mannari
Eonjenganeun uri dasi mannari
Idaero..
Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..

Wax-Tears Are Falling - OST I Miss You Part 1 with Indonesian Translation


잘지내란 말이 슬퍼서 
jaljinaeran mari seulpeoseo 
벌써 눈물이 그렁 고인다
beolsseo nunmuri geureong goinda
새로 가득 올라
nun teum saero gadeuk cha olla
손으로 가려본다
soneuro garyeobonda
행복하란 말이 들려서
haengbokharan mari deullyeoseo
니가 없으면 거라고 해도
niga eobseumyeon an doel georago haedo
나를 위해 서라고 하는
nareul wihae seorago haneun
정말 미워 보인다
neo jeongmal miwo boinda
떨어진다 눈물이
tteoreojinda nunmuri ttuk ttuk ttuk
사라진다 웃음이
sarajinda useumi jeom jeom jeom
사랑이라 부르던 가슴에다 품었던
sarangira bureudeon gaseumeda pumeotdeon
니가 나를 떠나서
niga nareul tteonaseo
내려온다 빗물이
naeryeoonda bitmuri ttuk ttuk ttuk
하늘이 맘을 아는지
haneuri nae mameul aneunji
아프지 말라고 너를 그만 보라고
deo apeuji mallago neoreul geuman borago
눈을 가려
nuneul garyeo
아직 까지 나는 자리
ajik kkaji naneun je jari
혹시 뒤돌아 돌아 같아서
hoksi dwidora dora ol geot gataseo
하나 추억을 세며
hana dul set chueogeul semyeo
곳에 홀로 있다
i gose hollo seo itda
떨어진다 눈물이
tteoreojinda nunmuri ttuk ttuk ttuk
사라진다 웃음이
sarajinda useumi jeom jeom jeom
사랑이라 부르던 가슴에다 품었던
sarangira bureudeon gaseumeda pumeotdeon
니가 나를 떠나서
niga nareul tteonaseo
내려온다 빗물이
naeryeoonda bitmuri ttuk ttuk ttuk
하늘이 맘을 아는지
haneuri nae mameul aneunji
아프지 말라고 너를 그만 보라고
deo apeuji mallago neoreul geuman borago
눈을 가려
nuneul garyeo
사랑이 길래 이별이 길래
sarangi mwo gillae ibyeori mwo gillae
나를 아프게만
wae nareul apeugeman hae
이제 다시는 사랑도 하게
ije du beon dasineun sarangdo mot hage
떨어진다 눈물이
tteoreojinda nunmuri ttuk ttuk ttuk
사라진다 웃음이
sarajinda useumi jeom jeom jeom
사랑이라 부르던 가슴에다 품었던
sarangira bureudeon gaseumeda pumeotdeon
니가 나를 떠나서
niga nareul tteonaseo
내려온다 빗물이
naeryeoonda bitmuri ttuk ttuk ttuk
하늘이 맘을 아는지
haneuri nae mameul aneunji
아프지 말라고 너를 그만 보라고
deo apeuji mallago neoreul geuman borago
눈을 가려
nuneul garyeo
INDONESIAN TRANSLATION
Kata “baik-baik lah” begitu menyedihkan
Sehingga air mata sudah membanjiri,
Mengisi diantara celah mataku
Dan aku mencoba menutupinya dengan tanganku
Kata “Berbahagialah” terdengar olehku
Itu tak akan terjadi jika tak ada dirimu
Aku membenci dirimu yang berkata akan melakukan semuanya untukku
Air mata yang jatuh ttuk ttuk ttuk
Senyum yang menghilang, semakin banyak dan banyak
Karena kau yang mendekap hatiku, yang kusebut sebagai cinta meninggalkanku
Air hujan yang turun ttuk ttuk ttuk
Apakah langit tahu perasaanku?
Aku tak ingin lebih tersakiti dan berhenti melihatmu
Dan akupun menutupi mataku
Sampai sekarang aku masih di tempat itu
Mungkin saja kau berbalik dan kembali
Satu dua tiga aku meghitung kenangan
Saat aku berdiri sendiri di tempat ini
Air mata yang jatuh ttuk ttuk ttuk
Senyum yang menghilang, semakin banyak dan banyak
Karena kau yang mendekap hatiku, yang kusebut sebagai cinta meninggalkanku
Air hujan yang turun ttuk ttuk ttuk
Apakah langit tahu perasaanku
Aku tak ingin lebih tersakiti dan berhenti melihatmu
Dan akupun menutupi mataku
Apakah cinta itu? Apakah perpisahan itu?
Mengapa itu membuatku merasa sakit?
Saat ini aku tak bisa mencintai untuk yang kedua kalinya
Air mata yang jatuh ttuk ttuk ttuk
Senyum yang menghilang, semakin banyak dan banyak
Karena kau yang mendekap hatiku, yang kusebut sebagai cinta meninggalkanku
Air hujan yang turun ttuk ttuk ttuk
Apakah langit tahu perasaanku
Aku tak ingin lebih tersakiti dan berhenti melihatmu
Dan akupun menutupi mataku